Saat ini penduduk di dunia mencapai sekitar 6
miliar jiwa. Di antara mereka terdiri dari ras, suku, dan agama yang berbeda.
Agama sendiri di dunia ini jumlahnya mencapai sekitar 4.200 agama.
Sebagai manusia, tentunya kita harus menghargai
perbedaan tersebut. Namun, masih saja banyak terjadi perang, kerusuhan, dan
kejadian buruk lainnya yang disebabkan oleh perbedaan tersebut, terutama
perbedaan agama.
Padahal, Tuhan sendiri menciptakan perbedaan
tersebut agar manusia di dunia ini saling mengenal.
Sebagaimana Surat Al-Hujurat ayat 13:
"Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan, dan menjadikan berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu disisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
mengenal"
Dalam Islam, dikenal hubungan atau persaudaraan
antar manusia atau ukhuwah basyariyah. Dengan ukhuwah basyariyah, seseorang
melihat orang lain sebagai sesama manusia, bukan melihat apa agamanya, sukunya,
bangsanya, golongannya, identitasnya, dan lainnya. Untuk membangun ukhuwah
basyariyah, maka yang diperlukan adalah adanya kesamaan pandangan bahwa manusia
memiliki perbedaan dan perbedaan bukan menjadi penghalang mengedepankan
kerukunan dan keteraturan.
Hal ini sesuai dengan surah Al-Mâ’idah ayat 32:
“Barang siapa membunuh seorang manusia tanpa
alasan yang kuat, maka dia bagaikan telah membunuh seluruh umat manusia.
Sebaliknya, barang siapa menolong seseorang, maka ia telah menolong seluruh
manusia.”
Pada hakikatnya, agama apapun menginginkan agar
para pemeluknya menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhannya. Dia tidak
mengingkari terhadap semua nikmatnya dan mensyukuri terhadap semua pemberiannya
dan penciptaannya. Yang membedakan antara satu dengan lainnya adalah kualitas
keimanannya.
Persatuan dan kesatuan antar umat sebangsa perlu
dijaga agar tidak terjadi perpecahan dalam bangsa tersebut seperti terjadi
kerusuhan, perselisihan, dan kehancuran bangsa itu sendiri.
Marilah kita saling berangkulan menjaga perdamaian
dunia ini. Hormati dan hargai keyakinan sesama.
"Bagimu agamamu, bagiku agamaku." (Q.S.
Al Kafirun: 6)
Syukran katsiran :)
Cindy Permata Putri