Dalam ilmu psikologi, Dr. Sigmund Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego (ke-akuan) yang ingin menghancurkan sumber-sumber ketidak bahagiaannya. Menurut Penguin Dictionary of Psychology (Wikipedia) benci adalah emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu.
Rasa benci ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk
mendapatkan keuntungan. Bagaimana caranya?
Orang-orang yang mempunyai rasa benci akan mudah terprovokasi
oleh sesuatu yang mendukung rasa kebenciannya terhadap seseorang atau sesuatu,
biasanya dengan cara mengadu domba pihak-pihak tertentu, maka akan terjadi
peperangan. Perang biasanya akan menimbulkan banyak kerugian dan kerusakan.
Misal saja kerusakan rumah-rumah, maka hal itu akan menguntungkan perusahaan
yang membangun kembali rumah-rumah tersebut. Perang juga membutuhkan senjata.
Produsen-produsen senjata akan mendapat keuntungan besar dalam hal ini.
Bisnis ini sebagian besar menggunakan isu agama. Karena agama
adalah hal yang sangat sensitif. Kemudian banyak orang yang percaya bahwa
agamanya yang paling benar, sedangkan agama yang lain salah, akan mudah untuk
dipengaruhi pikirannya dan mereka akan melakukan apa saja untuk membela
agamanya.
Melihat fenomena di atas, seharusnya kita lebih waspada agar
kita tidak mudah terpengaruh dengan hal tersebut. Perlu kita tanamkan pada diri
kita bahwa kita harus yakin dengan keyakinan kita masing-masing, namun tidak boleh
menyalahkan kepercayaan orang lain karena itu hak masing-masing individu. Lebih
baik kita perbaiki apa yang kurang dari diri kita.
Artikel yang sangat menarik! Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi semua orang :) Teruslah Berkarya dan Tuhan Memberkati ^^
BalasHapusRasa benci tidak memiliki dampak positif untuk diri kita
BalasHapusNice article :)
Apa yang perlu dibanggakan dari menyebarkan kebencian, lebih baik menyebarkan kedamaian
BalasHapusApa yang perlu dibanggakan dari menyebarkan kebencian, lebih baik menyebarkan kedamaian
BalasHapusHarusnya kita bisa lebih menghargai kepercayaan lain agar terhindar dr isu2 agama yang hanya akan menjadi pengadu domba
BalasHapusArtikel yg bagus. Semoga kita terhindar dari sifat kebencian
BalasHapuskita harus yakin dengan keyakinan kita masing-masing, namun tidak boleh menyalahkan kepercayaan orang lain karena itu hak masing-masing individu. Good artikel smoga menginspirasi
BalasHapusTerima kasih utk artikel yang menambah pengetahuan kita. Sekarang kita menjadi paham bahwa kebencian dapat menjadi sebuah proses yang panjang dan mengerikan. Terus berkarya, Gbu
BalasHapusAryikelnya sangat manenarik kaaak ^^
BalasHapusTerus berkaryaa ya kak GBU
Artikel yg menarik! Semoga bermanfaat bagi pembacanya
BalasHapusArtikel yang menarik dan bisa menjadi pelajaran buat diri untuk lebih menghargai dan menghormati orang lain..
BalasHapusArtikel yang menarik dan bisa menjadi pelajaran buat diri untuk lebih menghargai dan menghormati orang lain..
BalasHapusUntuk itulah kubur rasa benci dan dendam dlm hati hehe
BalasHapusUntuk itulah kubur rasa benci dan dendam dlm hati hehe
BalasHapusArtikel yang bagus, semoga dapat menginspirasi orang-orang ^^
BalasHapus