Senin, 09 November 2015

Kebaikan dengan Ketulusan

Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain, sesama manusia saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Dengan adanya konsep manusia makhluk sosial, maka tolong menolong merupakan salah satu kegiatan yang mendukung konsep tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman saya melakukan proyek kebaikan dengan menolong sesama yang membutuhkan bantuan.

Hari pertama, kami berbagi makanan kepada orang-orang yang membutuhkan. Salah satu orang yang kami bagikan makanannya yaitu seorang bapak tukang sapu perumahan. Tukang sapu ini sehari-harinya menyapu dari pagi hingga sore. Pendapatan yang didapatnya per bulan sekitar 240 ribu rupiah.




Walaupun beliau mendapatkan penghasilan yang pas-pasan dan harus menghidupi 3 orang anak, namun Bapak ini mengungkapkan bahwa kita sebagai manusia harus selalu bersyukur kepada Tuhan dan tidak lupa untuk selalu berdoa



Hari kedua, kami mencoba untuk merasakan bagaimana jika kita berada di posisi mereka yang kesusahan untuk mencari uang. 
Kali ini kami mencoba berjualan koran di lampu merah. Kami bertemu dengan anak-anak yang biasanya berjualan di kawasan tersebut.


  


Pertama, kami meminta izin terlebih dahulu pada ibu dari anak-anak tersebut. Ibu tersebut bercerita bahwa anak-anaknya bekerja sepulang sekolah hingga pukul 8 malam. Penghasilannya pun tidak menentu.

Setelah bercerita dan meminta izin, kami pun mulai berjualan. Ternyata, tidak semudah yang kami kira. Panasnya sangat terik dan koran yang kami jajakan belum juga terjual. Dengan panas yang sangat terik tidak menyurutkan semangat anak-anak saat berjualan koran. Mereka terlihat sangat menikmati suasana tersebut. Mereka tertawa dengan riang. Mereka sepertinya menganggap pekerjaan ini sebagai suasana permainan yang mengasyikkan bagi mereka.








Berikutnya, kami mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Ar-Rodiyah yang berada di daerah Meteseh, Semarang. Kehadiran kami disambut dengan hangat oleh pengurus dan pengelola panti.



Kami datang pada sore hari, yaitu saatnya anak-anak di panti belajar mengaji. Kami pun turut serta belajar mengaji. Salah satu dari kami mengajar mengaji anak-anak tersebut.
Suasana belajar mengaji saat itu sangat menyenangkan. Anak-anak dengan semangat belajar membaca Al Quran.

Di tengah keterbatasan tersebut, anak-anak panti menunjukkan bahwa walaupun dengan keadaan mereka, mereka tetap bisa bahagia dan tentunya masih ingat dengan Sang Pencipta dengan rajin beribadah dan belajar membaca Al Quran.


Kita yang memiliki orang tua lengkap dan masih bisa berkumpul dengan keluarga sudah seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan dan ingat kepada Tuhan.

Pada akhirnya, kami dapat mengambil pelajaran dari semua kegiatan kebaikan yang kami lakukan yaitu bersyukurlah dengan apa yang kita miliki saat ini. Banyak orang yang belum bisa seberuntung diri kita. Jangan pernah menyia-nyiakan rezeki yang telah Tuhan berikan pada kita.

Tuluslah dalam berbagi kebaikan pada sesama, karena perbuatan baik yang datang dari hati akan membawa kedamaian dan juga tidak hanya memberi kebahagiaan pada orang yang kita beri bantuan namun juga kebahagiaan bagi diri sendiri.

Dan keterbatasan bukan alasan untuk tidak melakukan kebaikan terhadap sesama, namun ditengah keterbatasan itulah kita juga tetap menolong orang lain sesuai dengan kemampuan kita.





Cindy Permata Putri

16 komentar:

  1. Yang bagian awal kurang diberi lokasi tempat wawancara nya. Kata-katanya juga kurang lugas seperti laporan jurnalisme pada umumnya. Lebih disederhanakan tapi jangan terlalu sederhana. Sisanya bagus kok :)

    BalasHapus
  2. Cindyyy tetap jadi org yg tulus dan menjadi panutan org lain :)) aamiin

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. bersyukur itu jauh lebih baik dari pada harus terus menuntut. Artikel yang bagus dan menginspirasi :)

    BalasHapus
  5. artikel yang sangat menginspirasi cin..tetap dilanjutkan meskipun tidak ada tugas. ^-^

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Ketulusan haruslah menjadi modal utama kita dalam menjalankan suatu kebaikan. Tulus artinya tdk mengharapkan adanya balasan dr org tersebut. Bagus sekali artikelnya, terus berkarya

    BalasHapus
  8. Baik sekali ketulusannya yg anda lakukan
    Semoga perbuatan ada menjadi tauladan bagi semuanya...

    BalasHapus
  9. Artikel yg membuka kesadaran hati

    BalasHapus
  10. Lnjutkan kegiatan trsbut, semoga dpt menginspirasi yg lain

    BalasHapus
  11. Lnjutkan kegiatan trsbut, semoga dpt menginspirasi yg lain

    BalasHapus
  12. Artikel yang sangat menarik! Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi semua orang :) Teruslah Berkarya dan Tuhan Memberkati ^^

    BalasHapus
  13. Saya setuju, bisa menolong dengan tulus adalah perbuatan yang sangat terpuji, lanjutkan..

    BalasHapus
  14. Saya setuju, bisa menolong dengan tulus adalah perbuatan yang sangat terpuji, lanjutkan..

    BalasHapus
  15. Semoga bisa Jd pljrn Untuk mnjd lebihbaik lg.. Aamiin

    BalasHapus

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik